Sabtu, 13 Desember 2008

Coffee shop

KOPI


Warung kopi yang dibuka di Inggris pada tahun 1637 merupakan yang pertama di benua Eropa. Dalam kurun waktu 30 tahun, warung kopi berubah menjadi tempat interaksi sosial masyarakat dari berbagai kalangan termasuk politikus.
Negara kita merupakan salah satu penyumbang terbesar komoditi kopi di dunia. Jenis kopi yang paling banyak diperdagangkan di dunia adalah kopi Arabika yang diproduksi sebanyak 75% dan sisanya adalah kopi Robusta. Indonesia menyumbang 10% dari total produksi kopi Arabika dan 90% dari total produksi kopi Robusta.
Kopi Arabika merupakan kopi tradisional dan berkualitas tinggi, sedangkan kopi robusta yang cenderung lebih pahit dan asam banyak digunakan karena aromanya. Kopi Jawa, Luwak (andalan Indonesia), Sumatera, Lampung, Bali, Brazil, dan Milan merupakan jenis dari kopi Robusta. Konon cita rasa kopi turut ditentukan oleh tempat tumbuh tanaman kopi tersebut.
Seiring pergantian waktu, kopi pun mengalami perkembangan dari segi racikan, varian rasa, bahkan perkembangan tersebut berimbas pada warung kopi. Jika jaman dulu, kopi disajikan secara sederhana -dengan menu spesial kopi tubruk dalam gelas belimbing- sementara warung kopi pun cukup tradisional dengan bangku kayunya, dalam dekade terakhir telah bermunculan kedai-kedai kopi yang lebih eksklusif dan menawarkan berbagai macam sajian kopi. Kedai-kedai kopi yang sering disebut ‘coffee shop‘ atau ‘kafe’ ini memberikan tampilan kopi lebih menarik, dalam cangkir maupun mug dengan bentuk yang khas. Begitu pula dengan kursi yang nyaman dan ruangan ber-AC serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mampu membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati kopi, seperti TV kabel, hot spots, live music, dan lain-lain.
Mewabahnya kedai kopi impor maupun lokal inilah yang sedang melanda Jogja. Bagi warga Jogja yang menyukai kopi, namun belum terbiasa ‘nongkrong’ di coffee shop, rasanya patut mencoba menyambanginya. Rasa kopi yang ditawarkan cukup banyak, tentunya dengan harga bervariasi pula. Kopi yang disajikan di coffee shop tidak hanya berasal dari biji kopi lokal, namun juga diimpor dari luar negeri.
Peracik kopi di coffee shop pun bukan orang sembarangan. Seorang barista -peracik kopi- di coffee shop tersebut tentunya cukup handal dalam mengkombinasikan bahan-bahan untuk menciptakan menu kopi nikmat. Keahlian barista dalam meracik kopi dari bentuk coffee bean (biji kopi) hingga siap minum, menjadi salah satu modal coffee shop untuk menarik pelanggan. Barista juga harus menguasai teknik menggiling kopi dengan grainder (semacam mesin giling penghalus kopi) dan proses tamping (pemadatan), sebab tidak semua kopi di coffee shop berbahan kopi instan.
Bagi Anda yang ingin menjajal kopi di coffee shop, tak ada salahnya untuk mengenal jenis-jenis sajian minuman kopi terlebih dahulu. Seperti varian pizza atau pasta, Italia juga mengembangkan varian sajian minuman kopi.

Jenis-jenis kopi
Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.

0 comments: